Sabtu, 10 November 2012

makalah : Lingkungan Pendidikan dan Tri Pusat Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

      Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal ( sekolah ) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan. Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mencapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada diluar lingkungan formal.

1.2     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian sebelumnya, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.2.1        Apa itu lingkungan pendidikan ?
1.2.2        Apa fungsi lingkungan pendidikan ?
1.2.3        Apa itu tripusat pendidikan ?
1.2.4        Apa jenis - jenis dari tripusat pendidikan ?
1.2.5        Apa fungsi dari setiap bagian tripusat pendidikan ?
1.2.6        Apa pengaruh timbal balik antara tripusat perguruan tinggi terhadap perkembangan peserta didik ?

1.3     Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.3.1        Untuk mengetahui apa itu lingkungan pendidikan.
1.3.2        Untuk mengetahui apa fungsi lingkungan pendidikan
1.3.3        Untuk mengetahui apa itu tripusat pendidikan
1.3.4        Untuk mengetahui jenis – jenis dari tripusat pendidikan.
1.3.5        Untuk mengetahui fungsi dari setiap bagian tripusat pendidikan.
1.3.6        Untuk mengetahui pengaruh timbal balik antara tripusat perguruan tinggi terhadap perkembangan peserta didik.






BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian, fungsi, dan jenis – jenis lingkungan pendidikan

2.1.1 Pengertian lingkungan pendidikan
         Lingkungan pendidikan adalah tempat berlangsungnya proses pendidikan. Baik itu pendidikan formal, pendidikan non formal, maupun pendidikan informal.

2.1.2 Fungsi lingkungan pendidikan
         Fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya (fisik, sosial, dan budaya), utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal.

2.1.3 Jenis – jenis lingkungan pendidikan
Lingkungan pendidikan ada 3 jenis yaitu :
2.1.3.1       Keluarga
2.1.3.2       Sekolah
2.1.3.3       Masyarakat
         Plaksanaan pendidikan di setiap lingkungan pendidikan dilakukan melalui tiga kegiatan yaitu :
2.1.3.1       Membimbing, terutama berkaitan dengan pemantapan jati diri dan pribadi dari segi – segi prilaku umum.
2.1.3.2       Mengajar, terutama berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan.
2.1.3.3       Melatih, terutama berkaitan dengan keterampilan dan kemahiran
        
2.2 Tripusat Pendidikan
      Manusia sepanjang hidupnya selalu akan menerima pengaruh dari 3 lingkungan pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga lingkungan masyarakat tersebut disebut dengan tripusat pendidikan.

2.2.1 Keluarga
         Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua yang terdiri dari sekelompok orang dengan hubungan sedarah, bersifat informal, yang pertama dan utama dialami oleh anak. Orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi, dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Pendidikan keluarga berfungsi:
2.2.1.1       Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak
2.2.1.2       Menjamin kehidupan emosional anak
2.2.1.3       Menanamkan dasar pendidikan moral
2.2.1.4       Memberikan dasar pendidikan sosial.
2.2.1.5       Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak.

2.2.2 Sekolah
      Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan proses pendidikan. Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga terhadap pendidikan, diantaranya sebagai berikut;
2.2.2.1 Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
2.2.2.2 Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah.
2.2.2.3 Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
2.2.2.4 Di sekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan sebagainya.

      Salah satu alternatif yang mungkin dilakukan disekolah untuk melaksanakan kebijakan nasional sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah, antara lain :

         2.2.2.1 Pengajaran yang mendidik.
2.2.2.2 Peningkatan dan pemantapan pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan (BP).
         2.2.2.3 Pengembangan perpustakaan menjadi suatu pusat sumber belajar.
         2.2.2.4 Peningkatan dan pemantapan program pengelolaan sekolah.

2.2.3 Masyarakat
      Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat dicermati  dari tiga segi , yakni :
2.2.3.1 Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang di lembagakan maupun yang tidak di lembagakan
2.2.3.2 Lembaga – lembaga kemasyarakatan dan atau kelompok sosial di masyarakat, baik langsung maupun tak langsung ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif
2.2.3.3 Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang maupun dimanfaatkan

      Fungsi masyarakat sebagai pusat pendidikan sangat bergantung pada taraf perkembangan dari masyarakat itu beserta sumber-sumber belajar yang tersedia didalamnya. Masyarakat di Indonesia dapat dibedakan menjadi 5 tipe sosial-budaya, sebagai berikut :
2.2.3.1 Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang amat sederhana, hidup dengan berburu, dan belum mempunyai kebiasaan menanam padi.
2.2.3.2 Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau sawah dengan tanaman pokok padi.
2.2.3.3 Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan sistem bercocok tanam di ladang atau sawah dengan tanaman pokok padi.
2.2.3.4 Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan sistem bercocok tanam di sawah dengan tanaman pokok padi.
2.2.3.5 Tipe masyarakat perkotaan yang mempunyai ciri-ciri pusat pemerintahan dengan sector perdagangan dan industry yang lemah

      Terdapat sejumlah lembaga kemasyarakatan dan atau kelompok sosial yang mempunyai peran dan fungsi edukatif yang besar, seperti kelompok sebaya, organisasi keagamaan, dan lain-lain.

2.2.3.1 Kelompok Sebaya
      Adalah suatu kelompok yang terdiri dari orang-orang usianya sama, antara lain :
2.2.3.1.1 Kelompok bermain
2.2.3.1.1 Kelompok monoseksual
2.2.3.1.1 Gang

      Dampak edukatif dari keanggotaan dalam kelompok sebaya itu terjadi karena interaksi sosial yang intensif dan dapat terjadi setiap waktu, serta dengan melalui mekanisme penerimaan atau penolakan kelompok. Terdapat beberapa fungsi kelompok sebaya terhadap anggotanya antara lain :
2.2.3.1.1 Mengajarkan cara berhubungan dan menyesuaikan diri dengan orang lain.
2.2.3.1.2 Memperkenalkan kehidupan masyarakat yang lebih luas
2.2.3.1.3 Menguatkan sebagian dari nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat orang dewasa
2.2.3.1.4 Memberikan kepada anggota-anggotanya cara-cara untuk membebaskan diri dari pengaruh kekuasaan otoritas
2.2.3.1.5 Memberikan pengetahuan yang tidak bisa diberikan oleh keluarga secara memuaskan (pengetahuan mengenai cita rasa berpakaian, music, jenis tingkah laku tertentu, dll).
2.2.3.1.6 Memberikan pengalaman untuk mengadakan hubungan yang didasarkan pada prinsip persamaan hak
2.2.3.1.7 Memperluas cakrawala pengalaman anak, sehingga dia menjadi orang yang lebih kompleks.

2.2.3.2 Organisasi Keagamaan
      Peranan organisasi keagamaan pada umumnya sangat penting karena berkaitan dengan keyakinan agama. Semua organisasi keagamaan mempunyai keinginan untuk melestarikan keyakinan agama anggota-anggotanya, maka organisasi tersebut menyediakan program pendidikan bagi anak-anaknya, yakni :
2.2.3.2.1 Mengajarkan keyakinan serta praktek-praktek keagamaan dengan cara memberikan pengalaman-pengalaman yang menyenangkan bagi mereka.
2.2.3.2.2 Mengajarkan kepada mereka tingkah laku dan prinsip-prinsip moral yang sesuai dengan keyakinan-keyakinan agamanya.
2.2.3.2.3 Memberikan model-model bagi perkembangan watak.

2.3 Pengaruh timbal balik antara tripusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik.
      Perkembangan peserta didik, seperti juga tumbuh kembang anak pada umumnya, dipeengaruhi oleh berbagai faktor yakni hereditas, lingkungan, proses perkembangan dan anugerah. Khusus untuk faktor lingkungan, peranan tripusat itulah yang paling menentukan, baik secara sendiri-sendiri ataupun bersama-sama.
      Setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberikan kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan sehingga dapat mempengaruhi perkembangan peserta didik. Ketiga kegiatan pendidikan tersebut adalah :
2.3.1 Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya.
2.3.2 Pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan.
2.3.3 Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan.

 


BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
      Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak khususnya keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai tripusat pendidikan. Fungsi dan peranan tripusat pendidikan itu baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan, yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya manusia pembangunan yang bermutu. Dengan demikian, pemenuhan fungsi dan peranan itu secara optimal merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan nasional.

3.2 Saran
      Adapun saran yang penulis berikan adalah perlunya peningkatan pelayanan dari tripusat pendidikan kepada peserta didik agar dapat meningkatkan tiga kegiatan pendidikan (membimbing, mengajar, dan melatih) sehingga dapat meningkatkan perkembangan peserta didik kearah yang lebih baik.





DAFTAR PUSTAKA


Tirtarahardja, Umar. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar