Minggu, 05 Agustus 2012

Bullying menjadi Hot News di akhir Bulan Juli


Semakin majunya jaman ternyata tidak selalu bisa memajukan pikiran manusia. Semakin hari semakin banyak saja kekerasan yang menimpa saudara-saudara kita di Negara Indonesia sendiri bahkan ada juga di negara lain. Sungguh disayangkan sekali bukan?
Nah pada akhir bulan berbintang Cancer ini ada berita terbaru yang meluas seantero Indonesia yang awalnya diketahui dari twitter (kalau tidak salah denger berita nih). Berita ini adalah kasus kekerasan atau bullying yang dilakukan siswa senior terhadap siswa junior di sekolah don boscho di Jakarta. Peristiwa ini sampai-sampai harus berurusan dengan polisi dan ada sembilan siswa yang akan diperiksa nantinya. Sebenarnya kasus ini bukan kasus yang pertama ada di Negara yang masih berkembang ini. Saya juga pernah melihat di salah satu stasiun televisi, disana salah seorang murid SMA mengaku bahwa saat dia menjadi siswa junior di suatu sekolah dia disuruh oleh seniornya untuk melakukan bentrok atau perkelahian antar pelajar terhadap siswa lain.
Menanggapi kasus bullying, bapak kementrian pendidikan: Pak Nuh, menyikapi hal ini tetapi beliau tetap memegang teguh dari proses orientasi siswa tetap dilakukan. Oleh karena itu masa orientasi siswa di era globalisasi ini perlu ditingkatkan kreativitasnya agar tidak sampai melakukan kekerasan saat orientasi.
Menurut saya, kasus kekerasan yang dilakukan oleh para siswa tidaklah perlu dilakukan. Hal ini hanyalah perlu dari komitmen sekolah agar pengawasan terhadap muridnya semakin ketat saat jam sekolah dan para siswa perlunya ditanamkan sikap untuk tidak melakukan kekerasan tetapi bersaing secara sehat dan berani untuk menerima hasil yang terjadi perbuatannya. Karena pada masa remaja adalah masa vital dan belum stabil, karena pada masa itu siswa remaja masih mencari jati dirinya. Dan kebanyakan ego dari para remaja siswa yang berjalan bukannya di pertimbangkannya dulu dengan pikiran yang sehat. Penanaman ini sangat cocok dilakukan saat masa orientasi siswa, karena disini para siswa digojlok untuk bersikap baik dan cermat serta tepat dalam melaksanakan program yang telah diberikan agar nantinya siap untuk belajar di sekolah tersebut.
Selain peran sekolah, yang sangat vital adalah peran orang tua di rumah karena dari perilaku orang tualah sikap dan kepribadian siswa atau anak terbentuk. Untuk itu diperlukan juga sikap orang tua yang selalu sigap terhadap perilaku anak dan tentunya para orang tua bisa menjadi contoh tauladan kepada anak-anaknya. Dengan dukungan orang tua dan sekolah yang selalu baik, saya yakin kasus bullying di Negara Indonesia ini berangsur-angsur berkurang.

STOP KEKERASAN , MAJU PENDIDIKAN !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar